Berita


Pontianak - PT Angkasa Pura (AP) II tengah mempercepat pembangunan Bandar Udara Internasional Supadio, di Kabupaten Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat yang kini baru beroperasi hingga tahap I. Hingga saat ini progres finalisasi pembangunan tahap II dan III yang disebut terminal ultimate mencapai 83,6%.

Dalam kunjungannya ke Pontianak, Dirut AP II Muhammad Awaluddin meninjau perkembangan pembangunan bandara tersebut. Dia didampingi oleh General Manager PT AP II kantor cabang Bandara Supadio Pontianak l, Bayuh Iswantoro dan Chief PMU AP II Cabang Supadio Chuanda. Saat meninjau bandara, Awaluddin dan jajarannya mengenakan rompi safety yang merupakan standar prosedur untuk mengecek proyek. 

Saat ini proses bandara tersebut sedang dalam tahap finalisasi sehingga tinggal dipercantik untuk dapat beroperasi. Saat ini proses pembangunannya sedang dalam tahap finishing sedangkan tahap konstruksi telah selesai.

"Konstruksi sudah jadi, tinggal finalisasi atau finishing dari bangunan terminalnya sendiri nanti menyusul interior dan mabel, proyek pengecoran-pengecorannya sudah selesai semua," kata Awaluddin, di lokasi, Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (30/12/2016).
 

Sejumlah alat-alat pembangunan masih terlihat di area tersebut. Sejumlah pekerja sedang melakukan renovasi seperti memasang keramik, pembuatan booth untuk tenant, pemasangan kanopi di drop zone, pemasangan garbarata atau belalai yang menghubungkan pesawat dengan bandara, dan lainnya. 

Chuanda mengatakan saat ini ditargetkan ada 4 garbarata yang akan terbangun, tetapi baru ada 2 yang terpasang. Terminal yang baru ini nantinya akan terbangun dua lantai sama dengan terminal tahap I. Ditargetkan akan ada 5 lift dan 7 eskalator untuk akses ke lantai kedua tersebut sementara saat ini masih ada sebagian yang terpasang.
 

"Nanti ada 4 garbarata fungsinya untuk kenyamanan penumpang sehingga itu nanti ada kenyamanan penumpang. Nanti ada 5 lift dan 7 eskalator yang sudah terpasang baru 1 eskalator dan 2 lift," ujar Chuanda.

Ia menyebut nantinya di terminal baru Supadio akan ada building automatic system. Sistem tersebut dapat mengontrol semua peralatan seperti lampu, genset dan elektronik lainnya dapat di kontrol lewat operator yang dapat mematikan dan menghidupkan peralatan. 

Ditargetkan pada Juli nanti terminal tersebut akan beroperasi sehingga penerbangan domestik dan internasional dapat di pisahkan. Serta terminal keberangkatan dan kedatangan juga akan dipisahkan.
 

Nantinya setelah eskalator dan renovasi disempurnakan, nanti desain interior bandara memakai corak yang terdiri dari beberapa instrumen budaya lokal. Misalnya menggabungkan konteks budaya China, Melayu, dan Dayak.

"Konteks budaya lokal pasti kita libatkan. Komponen dari artefak lokal kultur hal-hal yang berkaitan dengan lokal konteks bisa dikombinasikan," kata Chuanda.