Berita


TEMPO.COJakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) menyiapkan pengoperasian Terminal baru di lima dari 13 Bandar Udara yang dikelola perusahaan plat merah ini.

Bandara yang beroperasi dengan terminal baru itu adalah Bandara Husein Sastranegara di Bandung, Bandara Depati Amir di Pangkalpinang, Bandara Silangit di Tapanuli Utara, Bandara Supadio di Pontianak, serta Bandara Soekarno-Hatta yakni Terminal 3 khusus penerbangan internasional. 

"Bandara bandara ini akan beroperasi dengan terminal baru yang dilengkapi fasilitas terkini guna peningkatan pelayanan dan mendukung pertumbuhan perekonomian serta pariwisata nasional,"ujar President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin, Ahad 8 Januari 2016

Dengan pengoperasian Terminal baru di lima bandara tersebut, Awaluddin optimistis dapat menarik sebanyak 4 juta wisatawan mancanegara atau meningkat dari tahun lalu sebanyak 3,4 juta wisman.

“Terminal baru dengan kapasitas penumpang yang meningkat serta luas jauh lebih  besar akan mendukung perseroan dalam melakukan ekspansi khususnya dalam bisnis nonaeronautikal,"katanya.


Pada 2018, kata Awaluddin, Perseroab menargetkan kontribusi bisnis nonaeronautikal seperti retail, jasa, properti, kargo, dan sebagainya dapat mencapai 60 perseb dari saat ini masih di bawah 50 persen."Lebih dari itu, terminal baru juga diproyeksikan dapat meningkatkan konektivitas di dalam negeri serta dengan dunia internasional.”

Awaluddin mengatakan terminal-terminal baru tersebut juga diperkuat dengan infrastruktur digital untuk membawa era baru ke dalam bidang pengelolaan bandara di Indonesia.

Infrastruktur digital tersebut bertujuan untuk peningkatan pelayanan, mempermudah serta mempercepat proses bisnis, yang pada intinya guna memaksimalkan kinerja bandara secara keseluruhan.

"Tahun ini kami menyiapkan belanja modal sekitar Rp 9 triliun yang sebagian alokasinya digunakan untuk memperkuat infrastruktur digital,” jelas Awaluddin.

Sekretaris Perusahaan PT Angkasa Pura II, Agus Haryadi mengatakan pengoperasian Terminal baru di sejumlah bandara itu akan dilakukan secara bertahap. Terminal Baru khusus untuk penerbangan internasional di Bandara Husein Sastranegara, Bandung mulai dioperasikan 6 Januari 2017 lalu. 
"Terminal ini melengkapi terminal baru untuk rute domestik sehingga total kapasitas di Bandara Husein Sastranegara dapat menampung  3,4 juta penumpang per tahun," kata Agus.

Adapan Terminal Baru Bandara Depati Amir di Pangkalpinang rencananya akan dioperasikan pada 11 Januari mendatang. Terminal ini berkapasitas 1,5 juta penumpang per tahun dan telah dipersiapkan juga untuk dapat melayani penerbangan internasional.

Pada April 2017 ini juga akan dioperasikan Terminal 3 untuk penerbangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta, di mana tahap pertama yang akan beroperasi adalah airline Garuda Indonesia untuk rute internasional. 

Kemudian, maskapai yang terafiliasi di dalam Skyteam mulai membuka rute internasional di Terminal 3 pada bulan Mei tahun ini, dan nantinya pada bulan Juli tahun ini seluruh maskapai akan melayani penerbangan internasional di Terminal 3.

Sementara itu pembangunan Terminal Baru Tahap II di Bandara Supadio, Pontianak, saat ini hampir usai dan diperkirakan pada pertengahan tahun dapat mulai dioperasikan sehingga nantinya total luas terminal di bandara tersebut menacapai 32.000 m2 untuk menampung 3,8 juta penumpang per tahun.

Terminal Baru di Bandara Supadio ini diyakini dapat menarik minat maskapai untuk membuka rute-rute baru dari dan ke Pontianak khususnya penerbangan internasional.

Bandara lainnya yang dikembangkan AP II secara keseluruhan adalah Bandara Silangit di sisi darat maupun sisi udara.

Bandara Silangit nantinya akan memiliki Terminal Baru seluas 1.706 m2 untuk menampung 100.000 penumpang per tahun yang dilengkapi area komersial. 

Sementara itu di sisi udara, landas pacu atau runway dikembangkan menjadi 2.650 x 45 m dengan ketebalan 42 pcn sehingga dapat didarati oleh pesawat Boeing 737-800 Next Generation atau sekelas.

Pengembangan Bandara Silangit bertujuan untuk mendukung pariwisata Danau Toba yang dicanangkan pemerintah menjadi destinasi wisata andalan baru.

Adapun pengembangan bandara lainnya pun dilakukan untuk mendukung pertumbuhan pariwisata di mana pada tahun ini ditargetkan sebanyak 4 juta wisawatan mancanegara dapat masuk melalui bandara-bandara di bawah pengelolaan AP II.

Pada tahun 2016 lalu, traffic penumpang di AP II sudah menembus 94.5 juta penumpang. Untuk tahun 2017 ini, traffic penumpamg di 13 bandara bandara AP II diperkirakan akan menembus 100 juta penumpang dan volume kargo akan didorong untuk menembus 800 ribu ton.